KESETIAAN PARA PENGIKUT NABI ISA AS YANG DIKISAHKAN ALQURAN

visit indonesia
&80 x 90 Image
Spread the love

Nabi Isa memiliki beberapa pengikut setia (beriman kepada nabi Isa). Para pengikut Nabi Isa itu dinamakan Hawariyyin.

Keimanan pengikut Nabi Isa tersebut sebagaimana dikisahkan dalam ayat 111 surat Al-Maidah:

وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُوا بِي وَبِرَسُولِي قَالُوا آمَنَّا وَاشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ “Dan (Ingatlah) ketika Aku ilhamkan kepada kaum Hawariyyin pengikut Nabi Isa yang setia, “Berimanlah kalian kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman dan saksikanlah wahai rasul bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh kepada seruanmu.”

Ibnu Katsir, dalam kitab tafsirnya, mengatakan kaum Hawariyyin telah diberi ilham hal tersebut, lalu mereka mengamalkan semua apa yang diilhamkan kepada mereka.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa Allah SWT mengilhamkan hal tersebut kepada mereka. Sedangkan menurut As-Saddi, Allah memasukkan hal tersebut ke dalam kalbu mereka.

Hal itu kata Ibnu Katsir dapat pula diinterpretasikan bahwa makna yang dimaksud ialah, “Ketika Aku wahyukan kepada mereka melalui kamu, lalu kamu seru mereka untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka dengan serta merta mereka menyambut dan menerima seruanmu, lalu mereka tunduk dan mengikutimu.” Kemudian mereka mengatakan, “Kami telah beriman dan saksikanlah wahai rasul bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh kepada seruanmu.” Isa putra Maryam merupakan Nabi Allah yang diberikan mukjizat bisa berbicara sejak masih dalam buaian. Nabi Isa terlahir tanpa bapak (tidak ada proses perkawinan) dan itu merupakan kehendak Allah SWT.

Kelebihan yang diberikan Allah kepada Nabi Isa dikisahkan dalam surat Al-Maidah ayat 110-120. Di mana dalam ayat 110 itu Allah SWT mengingatkan Nabi Isa untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepadanya.

Nikmat atau kelebihan yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Isa itu di antaranya ketika sudah dewasa dia merupakan seorang yang pandai dalam banyak hal. Bahkan Isa dapat menghidup yang mati dan menciptakan burung.

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Ingatlah) ketika Allah mengatakan, ‘Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa. Dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (Ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku.’ Dan (ingatlah) waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata. Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.” (*/Fir)

Loading...