KISAH ABU DARDA, SAHABAT NABI YANG AHLI HIKMAH

visit indonesia
&80 x 90 Image
Spread the love

Abu Darda adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang ahli hikmah. Hikmah adalah bidang ilmu dalam Islam yang artinya memiliki pemahaman yang mendalam mengenai nilai yang bisa diambil dari kehidupan bersumber dari Alquran.
Abu Darda memiliki nama asli Uwaimir bin Malik. Sebelum memeluk Islam, Abu Darda adalah seorang yang terkenal menyembah berhala. Dia bahkan memberikan berhala itu pakaian yang bagus dan parfum yang mahal.

Hingga suatu hari, saudaranya Abdullah bin Rawahah datang merusak dan membuang berhala itu. Melihat berhalanya hilang, Abu Darda marah dan ingin membalas tindakan Abdullah.

Namun, tiba-tiba Abu Darda tersadar dan mendapat hidayah dari Allah SWT. Dia menyadari berhala itu tak mampu membelanya dan menolongnya dari Abdullah. Dia pun beriman kepada Allah dan menjadi pengikut Rasulullah.

Abu Darda yang merupakan seorang pedagang sukses pun meninggalkan pekerjaannya demi bisa beribadah kepada Allah SWT.

“Aku masuk Islam di hadapan Nabi Muhammad SAW dan aku adalah seorang pedagang. Aku ingin menggabungkan perdagangan dengan ibadah, tapi tidak berhasil. Karena itu, aku tinggalkan perdagangan dan fokus untuk beribadah,” kata Abu Darda, dikutip dari Biografi 60 Sahabat Rasulullah SAW karya Khalid Muhammad Khalid.

Sejak memeluk Islam, Abu Darda tak pernah berhenti belajar. Dia selalu merenung dan berpikir. Abu Darda berguru pada Nabi Muhammad SAW hingga dia menjadi seorang ahli hikmah.

Di masa Nabi, pendapat Abu Darda sang ahli hikmah jadi pegangan umat Islam. Dia selalu menyeru kepada kebaikan.

“Janganlah engkau makan, kecuali yang baik. Janganlah engkau bekerja, kecuali yang baik, dan janganlah makan kecuali yang baik,” kata Abu Darda.

Pada masa khalifah Usman bin Affan, Abu Darda dipercaya menjadi hakim di Syam. Dia menjadi hakim yang disegani.

“Janganlah membebankan kepada manusia yang sebenarnya tidak dibebankan kepada mereka! Jangan menghisab manusia mendahului Tuhan mereka,” ucap Abu Darda.

Dalam menegakkan kebenaran, Abu Darda tak pernah membenci seseorang. Baginya, setiap orang adalah bersaudara.

Pernah suatu ketika Abu Darda bertemu dengan seorang laki-laki yang berdosa. Semua orang mencelanya, kecuali Abu Darda.

“Aku hanya benci perbuatannya. Jika dia meninggalkan perbuatan itu, dia adalah saudaraku,” ucap Abu Darda.

Abu Darda menghabiskan sisa hidupnya di Syam. Abu Darda, sahabat nabi yang ahli hikmah ini meninggal dunia saat berusia 72 tahun. Hingga saat ini hikmah-hikmah dari Abu Darda masih digunakan umat Islam.(*/Da)

Loading...