(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Kesehatan

LIMA SEBAB WANITA LEBIH BERISIKO MIGRAIN

JAKARTA – Migrain lebih mungkin dialami perempuan daripada laki-laki. Ada beberapa alasan mengapa perempuan lebih sering mengalami migrain. Mayoritas penyebab migrain pada perempuan karena dipengaruhi faktor hormonal.

Migrain bukanlah sakit kepala biasa. Penderita migrain bukan saja mengalami kepala berdenyut-denyut, melainkan juga acap disertai mual, penglihatan kabur, dan sensitif terhadap bau, cahaya, serta suara.

Pada usia anak-anak, prevalensi sakit kepala pada perempuan dan laki-laki relatif sama. Namun, pada usia dewasa, prevalensi migrain pada perempuan lebih tinggi tiga kali lipat ketimbang laki-laki.
Studi menunjukkan faktor hormonal berperan dalam migrain pada perempuan. Memasuki usia dewasa, perempuan mulai memproduksi hormon estrogen. Perubahan ini memicu munculnya gejala migrain.

Berikut 5 penyebab migrain pada perempuan.

1. Menstruasi
Migrain pada perempuan kerap terjadi saat menstruasi atau dikenal juga dengan menstrual migrain. Migrain ini umumnya terjadi pada dua hari sebelum hingga tiga hari setelah menstruasi dimulai.

Dikutip dari Migrain Research Foundation, sekitar 7-19 persen perempuan mengalami migrain menstruasi. Fluktuasi hormon saat haid diduga jadi penyebab migrain.
Migrain saat menstruasi dapat diobati menggunakan obat yang sama dengan jenis migrain lainnya.

2. Kontrasepsi hormonal
Penggunaan kontrasepsi hormonal dapat menimbulkan migrain pada perempuan. Kontrasepsi oral juga bisa memicu migrain pada perempuan, terutama yang memiliki riwayat keluarga migrain. Penggunaan kontrasepsi mempengaruhi hormon dalam tubuh sehingga memunculkan gejala migrain.
Namun, perlu dicatat efek kontrasepsi hormonal sangat beragam. Tidak semua yang menggunakan alat kontrasepsi ini merasakan migrain, beberapa justru dapat merasa lebih sedikit sakit kepala, dan lainnya tidak memiliki efek samping sama sekali.

3. Kehamilan
Studi menunjukkan 15 persen perempuan mengalami migrain yang memburuk pada trimester pertama. Masa-masa kehamilan membuat tubuh mengalami banyak perubahan sehingga bisa menimbulkan gejala migrain.

4. Menopause
Migrain sering memburuk saat perimenopause atau masa transisi sebelum menopause. Fluktuasi hormon yang sangat tinggi di masa ini membuat migrain kian parah.
Namun, prevalensi migrain justru menurun saat menopause. Hal ini terjadi karena perempuan sudah tidak lagi haid dan hormon berhenti berfluktuasi. Migrain membaik bahkan hilang pada sekitar 67 persen perempuan setelah menopause.

5. Lanjut usia
Beberapa perempuan justru mengalami migrain pertama kali saat memasuki usia 60-65 tahun. Penyebab migrain yang muncul di usia tua perlu dikonsultasikan pada dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Memahami penyebab migrain pada perempuan dapat membantu mengantisipasi migrain yang terjadi.(*/Ni)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago