(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
JAKARTA – Mengkudu memiliki banyak manfaat kesehatan. Buah ini dipercaya menyembuhkan hipertensi karena memiliki berbagai efek terapeutik, seperti antirival, anti bakteri, anti jamur dan antitumor.
Selain itu, kandungannya yang mempunyai senyawa kimia prexeronin dapat menurunkan tekanan darah dengan bekerja secara vasoaktif endotel.
Buah mengkudu juga mengandung senyawa Scopoletin yang memiliki vasodilator sehingga efek yang akan dirasakan adalah pembuluh darah akan melebar sehingga tekanan darah akan menurun dan beban pompa jantung juga akan ikut menurun. Seperti diketahui, hipertensi saat ini menduduki peringkat ketiga dalam penyakit yang menyebabkan kematian setelah stroke dan tuberkulosis.
Berdasarkan riset yang ada pada 2017, WHO menyebutkan bahwa ada sekitar enam ratus juta pengidap hipertensi di dunia. Dilansir dari laman resmi Kemenkes pada Selasa (8/8/2023), peningkatan masalah hipertensi ini juga terjadi pada beberapa negara berkembang, diperkirakan sebanyak 80 persen dari sejumlah 639 juta pengidap hipertensi pada 2020 dan diprediksi meningkat hingga 1,15 miliar orang pada 2025.
Salah Satunya Sembelit Diketahui, hipertensi atau darah tinggi, ditandai dengan suatu kondisi, di mana tekanan darah meningkat karena kontraksi pembuluh darah. Hipertensi sendiri dapat mengakibatkan beberapa kondisi di mana dapat merusak beberapa organ lainnya seperti otak (stroke), jantung, ginjal dan lainnya.(*/Ti)
CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…
CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…
CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…
CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…
JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…
JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…