Kesehatan

MENOPAUSE BERESIKO PICU PENYAKIT JANTUNG, INI SARAN DOKTER

JAKARTA – Menopause tidak hanya membawa perubahan pada siklus menstruasi perempuan. Fase ini juga disertai perubahan hormonal yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dokter spesialis jantung dr Anupam Goel mengatakan risiko kardiovaskular semakin tinggi pada perempuan yang mengalami menopause dini atau menopause akibat tindakan operasi pengangkatan ovarium. Menurut Goel, menopause menyebabkan sejumlah perubahan di dalam tubuh yang dapat berdampak terhadap kesehatan jantung.

“Jika menopause terjadi pada usia alami dan berlangsung secara bertahap, maka gejala dan dampaknya tidak terlalu besar, tetapi menopause tetap berkaitan dengan hasil kardiovaskular yang lebih buruk dibandingkan perempuan yang lebih muda,” kata Goel dilansir laman Hindustan Times, Kamis (24/9/2026)

Salah satu perubahan tersebut berkaitan dengan kolesterol. Saat memasuki fase menopause, kadar kolesterol jahat (LDL) dapat meningkat, di mana partikel LDL menjadi lebih kecil dan padat. Partikel tersebut lebih mungkin menyebabkan penyumbatan pembuluh darah sertmeningkatkan risiko stroke dan penyakit kardiovaskular.

Selain itu, menopause juga berkaitan dengan kekakuan arteri atau pembuluh darah yang dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi ini merupakan faktor risiko yang sangat signifikan terhadap stroke dan penyakit jantung.

“Jadi perubahan kolesterol, kekakuan arteri, peningkatan tekanan darah, dan kondisi tubuh yang lebih rentan terhadap peradangan, itu semua dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan selama menopause.,” kata dr Goel.

Bagaimana cara menjaga kesehatan jantung? Dokter Goel menekankan, menopause adalah fenomena alami. Karenanya perempuan tidak perlu menjalani fase tersebut dengan rasa takut. Menjaga diri tetap rileks dan sehat dapat membantu perempuan melewati masa menopause dengan nyaman dan tetap menjalani kehidupan yang bermakna.

“Di dunia medis, kami mengatakan ini adalah window of opportunity untuk menjalani gaya hidup sehat dan melakukan perubahan yang berkaitan dengan kesehatan pada perempuan,” kata dia.

Dia menyoroti pentingnya pola hidup sehat selama menopause. Perempuan dianjurkan untuk berusaha tetap rileks dan mengonsumsi makanan sehat. Selain pola makan, aktivitas fisik disebut sebagai bagian yang sangat penting untuk menjalani menopause yang sehat sekaligus menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.

Perempuan dianjurkan tetap aktif dan berusaha melakukan olahraga setidaknya 4 hingga 5 hari dalam sepekan selama 40-45 menit. Jenis olahraga yang dilakukan bisa apapun. “Jika Anda menyukai menari, olahraga kelompok, aerobik, berenang, apa pun yang Anda sukai, lakukan saja,” kata dr Goel.

Sementara itu, studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer’s Disease menemukan bahwa olahraga aerobik yang memacu detak jantung berpotensi membantu menjaga dan meningkatkan kemampuan kognitif perempuan setelah menopause. Penelitian ini menemukan bahwa wanita pascamenopause yang melakukan olahraga aerobik empat hari sepekan selama enam bulan menunjukkan hasil lebih baik dalam tes kognitif, dibandingkan mereka yang hanya berfokus pada latihan stretching dan pembentukan otot (toning). Peningkatan terutama terlihat pada fungsi eksekutif, yakni kemampuan otak yang membantu seseorang merencanakan sesuatu, mengelola beberapa tugas sekaligus, mempertahankan fokus, serta menjaga kemandirian,

Peneliti utama Sharon Sanz Simon mengatakan seluruh peserta memulai studi dengan tingkat kebugaran kardiorespirasi di bawah rata-rata dan tidak rutin berolahraga. Kondisi tersebut membuat hasil penelitian dinilai relevan dengan perempuan paruh baya pada umumnya.

“Jadi hasi studi ini relevan bagi perempuan pascamenopause secara umum, bukan hanya bagi mereka yang memang sudah aktif berolahraga,” kata Sanz Simon yang juga menjabat asisten profesor psikiatri di Rutgers University New Jersey Medical School.(*/Tas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *