(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
JAKARTA – Sakit kepala bisa disebabkan karena kelelahan, dehidrasi, penurunan tekanan darah atau sebagai efek samping dari obat-obatan tertentu. Namun, sakit kepala juga bisa menjadi penanda Anda terinfeksi Covid-19.
Meski demikian, tidak semua orang merasakan sakit kepala ketika dinyatakan positif Covid-19. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) telah memperbarui daftar gejala Covid-19 mencakup menggigil, gemetar berulang kali dengan menggigil, sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan hilangnya rasa atau bau.
Lalu bagaimana perbedaan sakit kepala biasa dan karena Covid-19? Berikut ulasannya dikutip dari Instagram @satgas.relawan, Rabu (3/2).
Sakit kepala biasa
1. Biasanya memberikan sensasi berdenyut dari sedang hingga berat.
2. Sakit kepala biasa terkadang disertai dengan kepekaan terhadap cahaya, suara bising serta muntah-muntah.
Sakit kepala karena Covid-19
1. Disertai dengan gejala lain seperti demam dan batuk yang intens.
2. Sakit kepala diiringi dengan sensasi yang sangat berat dan seperti meremas.
Segera hubungi dokter jika menderita sakit kepala yang konstan untuk mendapatkan bantuan.(*/In)
JAKARTA - Untuk membantu meningkatkan suasana hati dan fungsi kognitif, olahraga tidak selalu harus dilakukan…
JAKARTA - Durian menjadi salah satu buah yang difavoritkan masyarakat Indonesia. Selain punya bentuk dan…
JAKARTA - Destinasi tepi laut yang menawarkan pemandangan pantai pasir putih serta mercusuar ikonik ternyata bisa…
JAKARTA - Tengah malam tiba-tiba ingin makan? Sebelum membuka kulkas atau memesan makanan, coba cek…
Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…
JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…