3 DESTINASI WISATA DI BANYUWANGI PENUH PESONA DAN SARAT AKAN SEJARAH

visit indonesia
&80 x 90 Image
Spread the love

BANYUWANGI – Suksesnya film KKN di Desa Penari, membuat Kota Banyuwangi semakin dikenal masyarakat luas. Kota yang dijuluki The Sunrise of Java ini memiliki keindahan alam yang begitu memesona. Di balik pesona alam yang indah tersebut, Banyuwangi juga memiliki tempat bersejarah nan unik, penuh mistis, dan seru untuk dikunjungi.

Menggeliatnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Banyuwangi pun mendapatkan apresiasi positif dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Bahkan Sandiaga meminta kepada maskapai penerbangan untuk menambah flight (penerbangan) ke Banyuwangi, dengan harapan bisa menunjang pariwisata di daerah yang berada di ujung Timur Pulau Jawa ini.

“Banyuwangi kian berkembang dengan berbagai program-program unggulan, mulai ekowisata, desa wisata, sport tourism, dan lainnya. Bahkan staf saya sampai kehabisan tiket ke sini. Saya akan minta maskapai supaya menambah flight untuk menunjang pariwisata di sini,” ungkap Sandiaga.

Mau ikut menikmati pesona Banyuwangi seperti Mas Menteri? Anda bisa merencanakan perjalanan sambil ikutan PUKIS atau Pesona Punya Kuis setiap hari Selasa yang diadakan dua minggu sekali. Caranya? Follow akun Instagram @pesona.indonesia lalu like postingan terbaru PUKIS pada feed. Jawab pertanyaan di kolom komentar dan jangan lupa mention 3 temanmu untuk ikutan kuis ini, ya! Raih ragam hadiah menarik dari Pesona Indonesia.

Inilah 3 destinasi wisata di Banyuwangi yang menarik untuk dikunjungi, tak hanya indah tetapi juga sarat akan sejarah!

1. Alas Purwo

Alas Purwo terletak di antara 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, sekitar 57 km dari pusat kota. Masyarakat setempat percaya kalau Alas Purwo merupakan hutan pertama atau permulaan adanya Pulau Jawa. Alas Purwo kerap kali dikaitkan dengan hal-hal mistis dan angker oleh sebagian masyarakat. Namun terlepas dari hal-hal mistis dan angkernya Alas Purwo, tempat ini memiliki cerita sejarah dan pesona alam yang bisa membuat Anda terhipnotis.

Alas Purwo diresmikan pada tahun 1992 oleh Kementerian Kehutanan sebagai Taman Nasional Alas Purwo. Di sini Anda bisa mengunjungi salah satu pura pertama di tanah Jawa yaitu Situs Kawitan. Situs Kawitan merupakan peninggalan dari Kerajaan Blambangan yang bangunannya menyerupai gapura.Tak jauh dari Situs Kawitan terdapat Pura Giri Salaka yang masih digunakan umat Hindu untuk berdoa serta melaksanakan upacara keagamaan Pagerwesi dan Kuningan. Sepanjang perjalanan menuju Pura Giri Salaka, Anda akan disuguhi pemandangan hutan lebat di sisi kiri dan kanan jalan.

Di Alas Purwo juga terdapat Savana Sadengan, sebuah hamparan padang rumput yang luasnya kurang lebih mencapai 80 hektar. Di Savana Sadengan ini terdapat menara pantau 3 lantai yang disediakan untuk wisatawan yang belum puas menjelajah area sekitar.

Selain itu, di Savana Sadengan Anda bisa melihat kawanan banteng, ajag, lutung budeng, macan tutul, babi hutan, rusa, kijang, dan masih banyak lagi satwa liar lainnya. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Savana Sadengan adalah pagi hari sekitar pukul 06.00 sampai 09.00 WIB atau sore hari pukul 15.00 sampai 17.00 WIB. Selain yang sudah disebutkan, ada juga tempat-tempat lain yang bisa Anda singgahi di Alas Purwo, yaitu Pantai Pancur, Pantai Parang Ireng, Plengkung ‘G-Land’, dan wisata goa.

2. Rowo Bayu

Rowo Bayu berasal dari dua kata, yaitu rowo dan bayu, yang secara harfiah diartikan sebagai rawa-rawa. Rowo Bayu berada di kawasan hutan petak 8, Desa Bayu, Banyuwangi, sekitar 41 km dari pusat kota. Letaknya yang berada di tengah hutan menjadikan udara di sekitar area ini sejuk.

Rowo Bayu juga terkenal dengan pemandangan yang asri dan terdapat sejumlah aliran mata air dari beberapa sumber. Sejumlah aliran mata air ini memiliki beberapa nama, yaitu Sumber Panguripan, Sumber Rahayu, Sumber Dewi Gangga, dan Sumber Kaputren. Masing-masing dari sumber mata air tersebut dipercaya memiliki khasiat bagi orang yang meminum airnya atau membasuh wajah dan bagian tubuh lainnya.

Lokasi sumber mata air tersebut tidak jauh dari petilasan yang terkenal sebagai Petilasan Prabu Tawangalun. Tempat ini diyakini sebagai lokasi meditasi Prabu Tawangalun sebelum akhirnya moksa. Proses moksa Prabu Tawangalun ditandai dengan sebuah batu datar yang di atasnya tercetak bekas telapak kaki. Batu tersebut kini ditutupi oleh sebuah bangunan berbentuk candi untuk menjaga kelestariannya.

Menapak lebih tinggi, melewati undak-undakan yang dinaungi oleh rimbun bambu, Anda akan menemukan Pura Giri Mulya Agung yang letaknya berdekatan dari Candi Puncak Agung Macan Putih. Candi ini didirikan untuk menghormati para leluhur yang memiliki andil besar dalam mempertahankan Blambangan pada saat perang Puputan Bayu.

3. Pantai Watu Dodol

Disebut sebagai Pantai Watu Dodol karena di pinggir pantai terdapat batu karang dengan tinggi sekitar 5 meter berbentuk panjang menyerupai dodol. Pantai ini berada di wilayah Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, berjarak sekitar 16 km dari pusat kota.

Pantai Watu Dodol memiliki karakteristik unik, yakni pantainya yang tidak berpasir namun dipenuhi batu koral dan karang. Meski demikian, air laut di Pantai Watu Dodol terbilang sangat jernih dan memiliki pemandangan alam yang indah.

Ombaknya terlihat besar, tapi pengunjung Pantai Watu Dodol diperkenankan untuk berenang, snorkeling, dan diving. Ada penjaga pantai yang akan memantau aktivitas para wisatawan. Selain itu, Anda juga bisa menikmati berbagai macam kuliner khas pesisir yang tersedia di sekitar pantai. Keunikan lain Pantai Watu Dodol adalah adanya patung penari gandrung sebagai ikon Kota Banyuwangi, yang seolah menyapa Anda dengan tariannya yang indah.

Di bibir pantai Watu Dodol terdapat sumber air tawar yang meskipun saat air laut pasang, airnya akan tetap tawar. Air tersebut dipercaya oleh penduduk setempat berkhasiat untuk kesehatan. Pantai Watu Dodol yang terletak di gerbang paling timur Pulau Jawa ini juga menyimpan cerita sejarah perjuangan rakyat Banyuwangi di era pendudukan Belanda.

Rakyat Banyuwangi dua kali berhasil dalam menggagalkan usaha Belanda untuk masuk melalui pelabuhan Ketapang. Pada Perang Dunia II, daerah sekitar Banyuwangi dijadikan tempat pertahanan tentara Jepang.

Gimana, tertarik mengeksplorasi Banyuwangi? Saat merencanakan perjalanan, pastikan Anda sudah vaksin dosis lengkap dan usahakan tetap mematuhi protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak agar aktivitas wisata tetap aman dan nyaman.

Informasi mengenai destinasi wisata dan inspirasi ekonomi kreatif #DiIndonesiaAja juga bisa Anda dapatkan dengan cara follow akun Instagram @pesona.indonesia, Facebook @pesona.indonesia, Twitter @pesonaindonesia, TikTok: @pesonaindonesia, YouTube Pesona Indonesia, dan mengunjungi website www.indonesia.travel.(*/Da)

Loading...