MUSLIMAH YANG MEMUNGUT BENDERA DI PERANG UHUD

visit indonesia
&80 x 90 Image
Spread the love

Nama Muslimah yang satu ini barangkali sedikit asing didengar umat Islam, dia adalah Amarah binti Alqamah Al-Haritsiyyah. Dialah Muslimah berjasa yang gagah perkasa memungut bendera yang terjatuh di Perang Uhud.

Imad Al-Hilali dalam buku Ensiklopedia Wanita Alquran menjelaskan, Amarah merupakan seorang Muslimah yang berangkat ke Perang Uhud bersama suaminya bernama Bani Abdu Dar. Tatkala bendera terjatuh dan tak satupun seseorang dari kaumnya yang berani mendekat, hal berbeda dilakukan Amarah.

Amarah justru memungut bendera yang terjatuh itu dan kemudian benderanya diangkat di depan kaum Quraisy. Sehingga mereka pun kembali berjuang di bawah naungannya. Hal ini sebagaimana diabadikan di dalam Alquran Surah Ali Imran ayat 122.

Allah SWT berfirman: “Idz hamamta ithaaifatani minkum an tafsyala waliyyuhuma wa alallahi falyatawakkalil-mukminuna,”. Yang artinya: “Ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal,”.

Atas keberanian Amarah itu pula lah, Hasan bersenandung:
Andai tak ada bedera Al-Haritsiyyah,
Mereka akan dijual di pasar-pasar dengan harga murah.

Sementara, dalam qasidah lain diungkapkan:
Andai tidak ada bendera Al-Haritsiyyah,
Mereka akan dijual di pasar-pasar seperti menjual unta.
Andai tidak ada bendera Al-Haristiyyah,
Mereka akan dijual di pasar-pasar dengan harga yang rendah.(*/An)

Loading...