5 TANDA HUBUNGAN TAK LAYAK DIPERTAHANKAN

visit indonesia

JAKARTA – Saat menjalin hubungan dengan pasangan, pernahkah terlintas dalam pikiran Geng Sehat, bahwa hubungan tersebut layak dipertahankan atau harus diakhiri? Namun sayangnya, seringkali kita terlambat mengenali ketidakcocokan tersebut. Padahal kita sudah menginvestasikan diri (waktu, emosi, dan perasaan) dalam hubungan tersebut sebelum akhirnya berakhir beberapa bulan atau tahun kemudian.
Memang orang jatuh cinta itu kadang tidak dapat berpikir logis. Otak kita dibanjiri senyawa yang membuat bahagia, mirip seperti menggunakan obatan terlarang. Ilmuwan mengungkapkan jika tahap jatuh cinta yang romantis hanya berlangsung selama 3 hingga 24 bulan. Setelah itu, kita memasuki tahap cinta yang berkomitmen, yang durasinya jauh lebih lama dari tahap pertama.
Nah saat inilah Geng sehat perlu berpikir serius apakah hubungan Kamu dan pasangan layak diteruskan, atau harus diakhiri. Memutuskan untuk melanjutkan menikah di tengah pergolakan cinta merupakan kesalahan besar yang membuat banyak pasangan menyesal di kemudian hari. Agar tidak menyesal Kamu perlu mengenali tanda hubungan tidak layak dipertahankan.

&80 x 90 Image

Dengan menunggu sedikit lebih lama, kita memberi kesempatan pada diri sendiri untuk berpikir apakah hubungan tersebut benar-benar layak. Inilah 5 tanda hubungan tidak layak dipertahankan.

1. Punya pemikiran dan impian berbeda

Pemikiran dan impian yang berbeda itu tidak bisa dinegosiasikan, misalnya menikah, keinginan untuk memiliki anak, tinggal di kota atau negara lain. Apabila Kamu dan pasangan punya pemikiran dan cara pandang berbeda secara signifikan, tanda awal jika hubungan tidak layak dipertahankan.
Dengan sendirinya, harus dipikirkan baik-baik, tidak peduli sudah berapa lama Kamu menjalin hubungan dengannya atau seberapa besar cinta Kamu. Jika Kamu bersedia menegosiasikannya, perbedaan tersebut bukan lagi masalah yang harus diperdebatkan.

2. Tidak melibatkan Kamu dalam setiap keputusan yang diambil
Kamu menonton film yang dipilih oleh pasangan, makan makanan yang ia beli sendiri tanpa bertanya terlebih dahulu. Dirinya tidak pernah mengakui bahwa apa yang dilakukannya itu salah karena di pikirannya ialah, wanita harus patuh dan mengikuti apa kata pria. Bagaimana pun, pria yang harus bertanggung jawab dan menentukan semua keputusan.

3. Pasangan tidak menghargai Kamu
Kurangnya rasa hormat dan menghargai di sebuah hubungan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Salah satunya ialah kurangnya motivasi untuk bergerak maju. Tapi, bisa juga dalam hal pelecehan verbal, emosional, atau perilaku pasif-agresif. Tiga perilaku kasar ini sangat halus sehingga sulit untuk mengetahui apakah pasangan Kamu berperilaku kasar atau tidak.
Dia mungkin menyadari fakta bahwa dia gagal melakukan perannya di hubungan tersebut dan tidak melakukan apa-apa (pasif-agresif) atau mungkin, berusaha untuk membuat jarak antara kalian berdua dengan membuat rencana untuk akhir pekan tanpa terlebih dahulu mencoba membuat rencana dengan Kamu.

4. Pasangan tidak peduli dengan kebutuhan Kamu, baik emosional maupun seksual
Segala sesuatu yang Kamu lakukan, harus sesuai caranya. Dia berharap Kamu akan menginginkan apa pun yang diinginkannya. Dia selalu menerima dan menerima, jarang memberi. Dia berharap Kamu membuat segalanya mudah baginya. Jadi, dia hampir tidak perlu melakukan apa pun untuk tetap menjalin hubungan dengan Kamu.
Well, ini adalah satu tanda bahwa hubungan Kamu dengannya tidak lagi kompatibel, Geng sehat. Kita harus mempertimbangkan kodrat umum diri sendiri bagaimana berperilaku di bawah tekanan untuk menentukan kompatibilitas emosional. Apabila Kamu sampai pada kesimpulan seberapa besar dia bisa diandalkan, harus hati-hati nih.
Tanda-tanda ketidakcocokan emosional dapat dilihat ketika pasangan menentukan segala sesuatunya sendiri, tanpa mengajak Kamu berdiskusi terlebih dahulu. Apabila dia tidak setuju untuk berdiskusi menjadi pertanda yang tidak boleh diabaikan.
Ironisnya, apabila Kamu dan pasangan ingin mendiskusikan masalah, mungkin memiliki lebih banyak argumen. Namun, kalian merupakan pasangan kompatibel, seperti halnya Geng sehat dan pasangan yang menghindari konflik. Oleh karena itu, faktor penting untuk dipertimbangkan adalah respons alami pasangan.

5. Pasangan selalu menerima,namun jarang atau tidak pernah memberi
Perlu beberapa saat hingga akhirnya Kamu menyadari hal ini. Kamu selalu peduli padanya, bagaimana perasaannya, apa yang ia lakukan, rencanya dan seperti apa suasana hatinya. Namun, dia jarang peduli dengan cara yang sama tentang Kamu. Jarang sekali ia menanyakan pertanyaan yang sama terhadap Kamu.(*/Tya)

Please follow and like us:
error0
Loading...
error